Marketing and trading directorate


download 108.98 Kb.
jenengMarketing and trading directorate
KoleksiDokumen
gam.kabeh-ngerti.com > Ekonomi > Dokumen



PT PERTAMINA (PERSERO) SHIPPING

MARKETING AND TRADING DIRECTORATE

FUNGSI CHARTERING





BERITA ACARA PENJELASAN LELANG 1 (SATU) UNIT TUGBOAT

Nomor : 348/BA/F30120/2013-S6
Pada hari ini, Kamis 17 Oktober 2013 mulai pukul 13.30 WIB, bertempat di Ruang Rapat Kantor PT PERTAMINA (Persero) Shipping Jl. Yos Sudarso 32-34 Jakarta Utara, Fungsi Chartering telah memberikan penjelasan kepada peserta pelelangan untuk pekerjaan tersebut diatas seperti tercantum pada Berita Acara ini.

UNDANGAN NO : 1508/F30120/2013-S6, TANGGAL 11 Oktober 2013

PENJELASAN : oleh Arief K. Risdianto

B A B I
PERSYARATAN UMUM & ADMINISTRASI

  1. KETENTUAN UMUM

  1. Pelaksanaan Pengadaan ini sepenuhnya mengacu pada Surat Keputusan Direktur Utama PT PERTAMINA (PERSERO) SK No. 025/C00000/2011-S0 Revisi Ke-1 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengadaan Kapal Time Charter.

  2. Open Bid System : Proses Pengadaan ini akan dilaksanakan berdasarkan pada system Pengadaan terbuka, sehingga seluruh Pemilik Tug Boat, Broker atau Agent dapat berpartisikasi dalam Pengadaan ini, tanpa adanya persyaratan untuk terlebih dahulu memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT).

  3. Surat penawaran (Bentuk I) harus ditandatangani oleh pejabat yang berwenang mengacu anggaran dasar Perusahaan dari peserta lelang, di atas materai Rp.6.000,-

  4. Tidak diberlakukan bid bond (jaminan penawaran).

  5. Pemilik Tug Boat menjamin bahwa Validity penawaran, berlaku terhitung sejak closing date hingga setelah adanya penetapan pemenang dari Pertamina.

  6. Charter Party akan ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dari masing-masing pihak diatas Materai Rp. 6.000,- dengan menggunakan form :

    Tug Boat

    Baltime 1939

  7. Persyaratan Jumlah Peserta: Pengadaan dinyatakan sah dan akan dilanjutkan walaupun hanya terdapat 1 (satu) dokumen penawaran yang sah.

  8. Isi surat penawaran agar mengacu pada RKS maupun Berita Acara Prebid dan perubahan term & condition tidak dibenarkan.

  9. Peserta Pengadaan tidak diperbolehkan memberikan persyaratan tambahan selain persyaratan yang telah ditetapkan oleh Fungsi Chartering.

  10. Pembatasan Penawaran :

  1. Tidak diperkenankan untuk menawarkan Tug Boat yang masih dalam keadaan disewa oleh Pertamina dengan akhir masa sewa (plus 15 hari) jatuh pada laycan yang telah ditentukan, kecuali terdapat surat redelivery notice dari fungsi Shipping Operation Pertamina.

  2. Tidak diperkenankan untuk menawarkan Tug Boat yang masih dalam keadaan docking dengan akhir masa docking jatuh pada laycan yang telah ditetapkan. Untuk pengadaan dengan masa sewa kontrak utama 6 (enam) bulan atau kurang, kapal tidak diperkenankan untuk docking.

  3. Bagi perusahaan-perusahaan yang masih terlibat permasalahan/persengketaan baik diluar maupun didalam pengadilan atau sedang dikenakan sanksi Pertamina, tidak diperkenankan untuk mengikuti pelelangan. Sesuai keputusan Managemen Pertamina, bagi penyedia jasa yang bertindak selaku ship management dan mengelola Tug Boat yang mengalami insiden yang berkaitan dengan safety dan oil pollution (Kebakaran, Pencemaran, Collision), dikategorikan kedalam penyedia jasa yang masih terlibat permasalahan dengan Pertamina. Dengan demikian, terhadap perusahaan-perusahaan tersebut (termasuk perusahaan-perusahaan dalam 1 (satu) grup) tidak diperkenankan untuk mengikuti proses pengadaan di Pertamina hingga jangka waktu yang akan ditentukan kembali oleh Managemen Pertamina.

  4. Jika Tug Boat yang ditawarkan masih dalam proses pembangunan (New Building) pemilik Tug Boat wajib mencantumkan pre Ship Particular, Pre bentuk II (Pemakaian Bunker) dan Dokumen awal Tug Boat.

Jika pemilik Tug Boat bermaksud untuk menawarkan Tug Boat yang masih dalam kondisi docking atau dalam proses pembangunan, maka pemilik Tug Boat diwajibkan untuk melampirkan surat pernyataan yang turut ditandatangani oleh pihak shipyard/galangan bahwa Tug Boat akan dalam keadaan ready in all respect untuk delivery di pelabuhan tujuan yang ditunjuk oleh Pertamina pada laycan yang ditentukan.

  1. Masa sanggah berlaku selambat-lambatnya 2 hari kerja setelah penetapan calon pemenang lelang dengan ketentuan peserta yang menyanggah harus menyediakan Bond Sanggahan yang diterbitkan oleh Bank Umum minimal sebesar 3 % dari nilai Kontrak utama. Bond sanggahan akan dicairkan dan menjadi milik Pertamina apabila sanggahan tidak benar.

  2. Pertamina berhak untuk membatalkan pekerjaan jika ada perubahan rencana kerja dengan tanpa kompensasi.

  3. Harga sewa yang ditawarkan untuk kontrak utama harus sama dengan harga sewa yang ditawarkan untuk opsi.

  4. Peserta pengadaan berkewajiban untuk menandatangani pernyataan Pakta Integritas bermaterai dan wajib melampirkan dalam dokumen pengadaan penawaran.

  5. Perhitungan freight cost mengacu sebagai berikut :

Untuk tugboat, faktor pembagi dalam perhitungan freight cost adalah Horse Power (HP) sesuai spesifikasi Pertamina.

  1. Persyaratan Kapal Berbendera Indonesia :

    1. Guna mendukung penerapan Azas Cabotage di Indonesia, maka untuk Kapal dengan trading area Indonesian Waters (Domestik), management Pertamina telah menetapkan bahwa seluruh Kapal yang akan dicharter harus berbendera Indonesia.

    2. Batas waktu bagi Kapal yang sedang melaksanakan penggantian bendera menjadi Bendera Indonesia adalah selambat-lambatnya pada waktu closing dengan dilengkapi dokumen – dokumen pendukung (Minimal berita acara perubahan bendera dan surat – surat kapal sementara setelah yang diterbitkan setelah proses perubahan bendera)

    3. Pemilik Kapal bertanggung jawab atas seluruh biaya yang diperlukan dalam proses penggantian bendera dan juga bertanggung jawab sepenuhnya atas pemenuhan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk tetapi tidak terbatas pada peraturan Menteri Perdagangan RI No.58/M-DAG/PER/12/2010 tentang Ketentuan Impor Barang Modal Bukan Baru.

  2. Penentuan pemenang pengadaan akan didasarkan pada :

  1. Pemenuhan Persyaratan Administrasi dan Spesifikasi Teknis yang telah ditetapkan;

  2. Harga penawaran merupakan penawaran terbaik dari sisi freight cost;

  3. Harga penawaran telah sama atau dibawah Owner Estimate (OE) Pertamina atau OE revisi (jika ada).




  1. Freight Cost akan dihitung dengan mempertimbangan hal-hal sebagai berikut:

  1. Harga sewa

  2. Port charges (sesuai ukuran Kapal)

  3. Kecepatan kapal (harus sesuai dengan persyaratan teknis yang ditetapkan oleh Pertamina, yang akan digunakan sebagai parameter perhitungan dan dijaminkan dalam bentuk II), bila tidak sesuai, maka penawaran akan didiskualifikasi.

  4. Pemakaian bahan bakar

Perhitungan freight cost akan didasarkan pada harga bahan bakar (Pertamina) sesuai dengan jenis bahan bakar yang ditawarkan oleh pemilik kapal.

  1. Horse Power sesuai dengan spesifikasi Pertamina.

  1. Peserta lelang tidak diperkenankan untuk mengubah data-data yang telah disampaikan dalam surat penawaran, dan apabila terjadi kesalahan data maka hal tersebut menjadi resiko peserta.




  1. PERTAMINA SAFETY APPROVAL

  1. Tug Boat yang akan ditawarkan dalam proses pengadaan ini wajib untuk telah memiliki Pertamina Safety Approval (PSA) dari fungsi SMR Pertamina yang menyatakan bahwa Tug Boat accepted / dapat diterima untuk di operasikan oleh Pertamina.

  2. Peserta pengadaan diwajibkan untuk melampirkan Pertamina Safety Approval (PSA) sebagai salah satu persyaratan administrasi dalam dokumen penawaran pada saat closing.

  3. Dalam hal peserta pengadaan tidak melampirkan Pertamina Safety Approval (PSA) tersebut, maka penawaran akan didiskualifikasi.

  4. Dengan demikian, calon peserta Pengadaan dianjurkan untuk segera menghubungi fungsi SMR Pertamina di contact address yang akan disebutkan di bagian akhir RKS ini.

  5. Pemilik Tug Boat berkewajiban untuk me-maintain masa berlaku Pertamina Safety Approval dengan melaksanakan re-vetting dengan ketentuan sebaha berikut:

    1. Usia 0-5 Tahun : Setiap 1 (satu) Tahun sekali.

    2. Usia diatas 5 tahun : Setiap 6 (enam) bulan sekali

  1. PROSEDUR NEGOSIASI

Guna mendapatkan harga yang lebih kompetitif bagi perusahaan, PERTAMINA akan melaksanakan negosiasi terhadap penawaran yang diajukan oleh peserta lelang. Negosiasi dilaksanakan dengan ketentuan:

  1. Negosiasi dilaksanakan selama 2 (dua) putaran, yaitu pertama dilaksanakan setelah pelaksanaan closing dan putaran kedua dilaksanakan re-negosiasi, baik dilaksanakan secara tertulis maupun secara tatap muka.

  2. PERTAMINA dapat melaksanakan negosiasi terhadap seluruh peserta baik secara tertutup, tatap muka maupun secara e-auction.

Penawaran lebih dari 1 (satu):

          1. Dalam hal seluruh harga sewa yang ditawarkan oleh peserta lelang masih diatas Owner Estimate, maka PERTAMINA akan melaksanakan negosiasi penurunan harga sewa yang ditujukan terhadap maksimal 3 penawar terbaik dari sisi freight cost.

          2. Proses negosiasi dilaksanakan dengan cara :

                  1. Nego I : Paper Auction (penawaran yang ada diadu dengan negosiasi harga sewa berdasarkan perhitungan freight cost secara amplop tertutup sebanyak 3 (tiga) putaran). Dalam hal sudah terdapat penawaran yang dari sisi freight cost merupakan harga penawaran terbaik dan harga sewa telah sama atau dibawah owner estimate, maka negosiasi akan dihentikan dan terhadap penawaran tersebut akan dinominasikan menjadi calon pemenang pengadaan.



                  1. Nego II : Jika hasil negosiasi secara paper auction ini masih diatas OE, maka dilakukan negosiasi lanjutan dengan peserta terbaik pertama saja

Note: Dalam hal hasil negosiasi II penawaran masih diatas owner estimate, maka peserta terbaik pertama dari sisi freight cost akan dilaporkan kepada manajemen untuk proses selanjutnya.

          1. Dalam hal sudah terdapat harga penawaran yang sama atau dibawah Owner Estimate, spesifikasi Tug Boat yang ditawarkan telah sesuai atau lebih baik dari spesifikasi teknis yang ditetapkan PERTAMINA, maka terhadap penawar terbaik yang sama atau dibawah Owner Estimate tersebut langsung ditetapkan sebagai pemenang.

          2. Subject to Pertamina Management Approval



Jika hanya terdapat 1 (satu) penawaran :

  1. Jika terdapat hanya satu penawaran dan masih diatas OE, maka proses negosiasi dilaksanakan sesuai tata cara nego II diatas.

  2. Dalam hal penawaran yang disampaikan telah sama atau dibawah Owner Estimate, spesifikasi Tug Boat yang ditawarkan telah sesuai atau lebih baik dari spesifikasi teknis yang ditetapkan PERTAMINA, maka terhadap penawar terbaik tersebut langsung ditetapkan sebagai calon pemenang.

  3. Subject to Pertamina Management Approval and survey result.




  1. KETENTUAN LAIN

  1. Spek Tug Boat akan diverifikasi berdasarkan data Tug Boat sesuai dengan lampiran dokumen/drawings Tug Boat. Drawings/gambar Tug Boat harus jelas dan dapat dibaca dengan baik, bila tidak dan jika dianggap dapat mengganggu verifikasi, dapat dinyatakan diskualifikasi.

  2. Kondisi delivery : Pemilik Tug Boat menyetujui bahwa saat penyerahan Tug Boat, kondisi mampu dan siap untuk melaksanakan kegiatan yang disyaratkan sesuai dalam spesifikasi teknis (ready in all respect). Biaya yang dikeluarkan selama Tug Boat dinyatakan siap merupakan beban dari owner.

  3. Semua data yang bersifat jaminan dari Peserta pelelangan akan diverifikasi dan akan dikonfirmasikan ulang, dan jika peserta pelelangan yang dimaksud menyatakan bahwa data tersebut benar adanya maka setiap sanggahan ataupun komplain dari peserta lelang lain hanya bisa ditindaklanjuti mengacu pada hasil performance survey.

  4. Untuk pengadaan dengan masa sewa > 3 bulan, pemilik Tug Boat wajib menggunakan pelumas Pertamina dengan ketentuan Pertamina telah memperoleh approval certificate dari vendor mesin Tug Boat yang bersangkutan. Pemilik Tug Boat wajib untuk menyatakan hal ini dalam surat pernyataan yang dilampirkan dalam dokumen penawaran. Bila tidak terdapat dokumen tersebut maka akan didiskualifikasi.

  5. Tug Boat diwajibkan untuk memiliki jaringan internet untuk menerima dan mengirim email guna memudahkan komunikasi. Namun jika dalam kondisi Tug Boat tidak dilengkapi dengan peralatan diatas maka Pertamina memiliki hak untuk menunda proses delivery ataupun pembatalan hasil lelang jika diperlukan. Allowance pemasangan alat tersebut diberikan 2 (dua) minggu setelah delivery.

  6. Dalam hal Pertamina mensyaratkan adanya Terminal Approval, maka Pemilik Tug Boat berkewajiban untuk menyerahkan jaminan tertulis yang dituangkan dalam Surat Pernyataan, bahwa selama masa sewa, Tug Boat yang ditawarkan dapat dioperasikan di terminal yang dipersyaratkan tersebut. Apabila dalam masa sewa Tug Boat tidak dapat diterima pada terminal yang dipersyaratkan, maka Pertamina berhak melakukan terminasi awal.



  1. Ketentuan mengenai Power of Attorney (POA) Tug Boat yang akan ditawarkan adalah sebagai berikut:

    1. Dalam hal Tug Boat yang ditawarkan adalah milik perusahaan lain, maka peserta pengadaan diwajibkan untuk melampirkan Power of Attorney (POA) dari pihak yang berwenang yaitu Registered Owner atau Disponent Owner (dilengkapi dengan penunjukkan dari Registered Owner). Power of Attorney (POA) yang berasal dari Agent / Broker / Ship Management ataupun pihak lainnya yang tidak dilengkapi dengan Power of Attorney (POA) dari Registered Owner / Disponent Owner, tidak dapat diterima dan penawarannya akan didiskualifikasi.

    2. Dalam hal terdapat 1 (satu) Tug Boat yang ditawarkan oleh 2 (dua) perusahaan yang berbeda, maka Pertamina memiliki kewenangan penuh untuk memutuskan peserta yang diperkenankan untuk menawarkan atau peserta yang didiskualifikasi, dengan terlebih dahulu melakukan analisa dan klarifikasi perihal keabsahan Power of Attorney (POA) yang didapatkan oleh peserta yang menawarkan tersebut mengacu ketentuan yang diatur butir (a) diatas.




  1. Jika Pertamina mensyaratkan di dalam spesifikasi teknis sebagaimana yang diatur dalam BAB 3 dalam RKS ini, dalam hal Tug Boat off-hire karena kerusakan atau melaksanakan dry docking sebagaimana yang diatur dalam ketentuan form Charter Party Baltime 1939, pemilik Tug Boat berkewajiban untuk menyediakan Tug Boat substitusi.

  2. Delivery Port

Salah satu Pelabuhan di dalam daerah operasi PT. Pertamina (Persero) at Charterer’s Option

Delivery Time: Pada saat towing ropes (safety) dipasang/diikat/pada sarana object yang diasistensi/tow atau 6 jam setelah notice or readiness tendered mana yang lebih dahulu dilaksanakan dengan syarat tugboat tersebut telah dinyatakan fit, oleh surveyor serta charterers dan telah menyatakan untuk menerima delivery tersebut.

Redelivery Port

Salah satu Pelabuhan di wilayah perairan Indonesia at Charterer’s Option

Redelivery Time: Pada saat towing ropes telah dilepas dari tanker yang dilayani/diasistensi atau semua dokumen kapal diserahkan ke kapal setelah diclearance (dengan syarat semua certificate kapal masih berlaku) mana yang terakhir dilaksanakan.

  1. Fire Fighting Equipment

Tugboat dilengkapi dengan alat-alat pemadam kebakaran (Jet Spray Nozzle, dll) sesuai peraturan yang berlaku sebagai Harbour Tug untuk asistensi Tanker. Pemilik kapal dapat mencantumkan alat-alat pemadam kebakaran yang sudah dilengkapi diatas Tugboat.

  1. Rubbers Fenders

Tugboat dilengkapi/dipasang Rubber Fenders pada sisi haluan & buritan dan port-side & starboard yang lengkap (sempurna) untuk mencegah bahaya gesekan, demi menjaga keselamatan bersama.

  1. Towing Equipment

Tugboat harus dilengkapi dengan Towing Manila Rope @ 200 Meter dan peralatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku atas Tugboat yang digunakan untuk menggandeng tongkang.

  1. Asuransi

Tugboat diasuransikan/covered hittung terminal/jetty (contact with any other movable or submerged objects), collision with other vessel, removal of wrack (kandas/tenggelam), kebakaran, oil spill/pollution dan risiko-risiko lainnya yang dapat terjadi sewaktu-waktu.


  1. Rekomendasi penggunaan First Class Reputable P& I Club

Pertamina strongly recommended agar Pemilik Tug Boat dapat menggunakan P&I Club yang termasuk dalam International reputable P&I Club, sebagai berikut:

      • American Steamship Owners Mutual Protection & Indemnity Association, Inc

      • AssuranceforeningenSkuld

      • Gard P&I (Bermuda) Ltd

      • The Britania Steam Ship Insurance Association Limited

      • The Japan Ship Owner’s Mutual Protection & Indemnity Association

      • The London Steam-Ship Owner’s Mutual Insurance Association Limited

      • The North of England Protecting & Indemnity Association Limited

      • Shipowner’s Mutual Protection & Indemnity Association (Luxembourg)

      • The Standard Steamship Owner’s Mutual Protection & Indemnity Association (Bermuda) Limited

      • The Steamship Mutual Underwriting Association (Bermuda) Limited

      • The Swedish Club

      • United Kingdom Mutual Steam Ship Assurance Association (Bermuda) Limited

      • The West England Ship Owners Mutual Insurance Association (Luxembourg)

  1. TATA TERTIB PENGADAAN




  1. Walaupun peserta pengadaan tidak diwajibkan untuk menghadiri Prebid Meeting, sangat dianjurkan untuk mengikuti, agar dapat mengetahui penetapan-penetapan atau perubahan-perubahan yang terjadi pada saat prebid.

  2. Peserta pengadaan yang tidak mengikuti prebid meeting diwajibkan untuk tunduk pada ketetapan yang diputuskan dalam prebid.

  3. Kotak penawaran akan ditutup/closing tepat pada waktu closing yang telah ditetapkan sesuai penunjuk waktu (jam) yang tertera di ruang pengadaan.

  4. Penawaran yang diajukan setelah dilaksanakannya penutupan kotak penawaran akan didiskualifikasi.

  5. Setelah memasukkan penawarannya ke dalam kotak penawaran, peserta pengadaan diwajibkan untuk masuk ke dalam ruang pengadaan.

  6. Setelah dilaksanakannya penutupan kotak penawaran, peserta pengadaan tidak diperkenankan untuk mengajukan atau melakukan perubahan/revisi atas data atau keterangan yang telah disampaikan dalam surat penawaran, bentuk II atau dokumen lainnya.

  7. Setiap pertanyaan dan permintaan klarifikasi dari peserta pengadaan, wajib disampaikan secara tertib. Pertamina memiliki kewenangan penuh untuk memutuskan, menyatakan, menjawab pertanyaan dan klarifikasi dengan mengacu peraturan dan prosedur yang berlaku.


BAB II

LINGKUP PEKERJAAN


        1. Operasi di SBM (Single Buoy Mooring)

Melaksanakan pekerjaan dan tidak terbatas pada:

    1. Melaksanakan pemasangan / pelepasan mooring hawser di Single Buoy Mooring (SBM)

    2. Melayani operasi penundaan, pemasangan dan pelepasan selang-selang sehubungan dengan kegiatan operasional kapal tanker di SBM dan Terminal Khusus (Tersus) Pengapon Semarang

    3. Melaksanakan penanggulangan tumpahan minyak di laut dan penanggulangan kebakaran, serta membantu kapal tanker dalam keadaan darurat, termasuk mengadakan latihan-latihan kesiagaan secara berkala




        1. Operasi di dalam Pelabuhan

Melaksanakan pekerjaan dan tidak terbatas pada:

    1. Melaksanakan kegiatan apabila terjadi kebakaran di dermaga bongkar / muat BBM dan dermaga Pengapon Semarang

    2. Melaksanakan kegiatan penanggulangan apabila terjadi tumpahan minyak di perairan

    3. Melaksanakan kegiatan apabila diminta oleh Instansi Pemerintah sesuai petunjuk Pertamina

    4. Dan pekerjaan-pekerjaan lain yang akan ditentukan kemudian




        1. Daerah Operasi:

Melaksanakan pekerjaan dan tidak terbatas pada:

Single Buoy Mooring, Tersus Pertamina Pengapon Semarang dan sesuai order Pertamina Marine Pengapon Semarang
BAB III
DOKUMEN PENAWARAN
Dokumen penawaran yang harus disediakan oleh peserta pada proses closing dan jika tidak ada, Pertamina memiliki hak untuk men-diskualifikasi penawaran peserta adalah sebagai berikut sesuai dengan jenis Tug Boat yang dilaksanakan proses pengadaannya :
Ketentuan Umum :
Dokumen penawaran yang disampaikan cukup 1 (satu) set saja.
Dokumen Komersial :


  1. Asli Bentuk I (Surat Penawaran) sesuai standar Pertamina

  2. Asli Bentuk II sesuai standar Pertamina

  3. Original Power of Attorney, jika Tug Boat milik perusahaan lain (Asli dapat disusulkan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja setelah penutupan kotak penawaran).

  4. Asli Jaminan tertulis dari Peserta Pengadaan berkaitan dengan pemakaian Pelumas Pertamina (untuk pengadaan dengan masa sewa lebih dari 3 bulan)

  5. Copy Pertamina Safety Approval (PSA)

  6. Asli Pakta Integritas yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dari perusahaan peserta lelang diatas materai Rp. 6,000.-


Dokumen Teknis :
Tug Boat:


        1. Ship particular

        2. Copy General Arrangement

        3. Copy Class Certificate (Hull & Machinery)

        4. Copy Surat Keterangan mengenai Bollard Pull Calculation

        5. Copy Civil Liability Certificate

        6. Copy Document of Compliance (DOC)

        7. Copy Safety Management Certificate (SMC)

        8. Copy Cargo Ship Safety Construction Certificate.

        9. Copy Cargo Ship Safety Equipment Certificate.

        10. Copy Cargo Ship Safety Radio Certificate.

        11. Copy Ship Performance (Log Abstrak Engine) min. 3 voyage terakhir

        12. Copy Builder Certificate

        13. List Crew beserta posisinya di atas kapal


Khusus untuk dokumen teknis nomor 1-4 wajib dilampirkan pada saat closing. Jika peserta pengadaan tidak melampirkan dokumen-dokumen tersebut, maka penawaran akan didiskualifikasi. Untuk dokumen teknis nomor 5-13 dapat disusulkan maksimal 3 hari kerja setelah closing.

BAB III

PERTAMINA’S SPECIFICATION


  1. Technical Specifications Tugboat




TUG BOAT

1.

Type of Propeller

:

Z – Peller / Twin Screw

2.

Year of Built / Flag

:

1990 up

/

Indonesia

3.

Horse Power

:

Min

1,900

HP

4.

Safe Draft

:

Max

3.5

M

5.

LOA

:

Max

30

M

6.

Steering Control / Handle Maneuver

:

Dual System (Fore & After)

7.

Bollard Pull

:

Min

10

Tons

8.

Service Speed

:

Min

7

Knots

9.

Tugger Winch di Buritan

:

Required

10.

Fender

:

Fixed Rubber Fender (Fore & After) and tire fender at side

11.

Fire Fighting

:

According to Solas 1974

12.

Operation Area

:

Indonesian Water

Additional Requirement

1.

Internet on Board

:

Required

2.

Lube Oil

:

Pertamina Product




  1. Time Charter Term and Conditions

­­­­

1.

Unit Vessel

:

1 (one) Unit

2.

Main Charter Periode

:

3

Months

3.

Charterers Option Period

:

1+1

Months

4.

Laycan

:

28 – 30 Oktober 2013

5.

Klausul Substitusi

:

Required

6.

Charter Party

:

Baltime 1939

7.

Pertamina Safety Approval

:

Required

8.

Revetting applied every

:

  • 1 (one) year for vessel with YOB 0-5 years

  • 6 (six) months for vessel with YOB above 5 years


BAB IV

AGENDA PENGADAAN


AGENDA

DATE

TIME

TEMPAT

Pre Bid Meeting

17 October 2013

13.30 WIB

PT. PERTAMINA (PERSERO)

Marketing & Trading Directorate – Shipping

Jl. Yos Sudarso 32-34, Tg. Priok Jakarta

7th Floor Meeting Room

Bid Closing

23 October 2013

10.00 WIB

Peserta pengadaan diwajibkan untuk memasukkan penawaran selambat-lambatnya pada waktu yang telah ditetapkan diatas. Penawaran yang diajukan melewati batas waktu diatas akan dinyatakan diskualifikasi.

OE : Rp ………………../bulan, YOB 1990 up

Demikian Berita Acara ini dibuat untuk dapat dipergunakan lebih lanjut dan perubahan yang diberikan pada saat penjelasan ini telah disetujui dan dimaklumi para peserta.

Peraturan mengenai pemberian sanksi bagi Rekanan Marketing And Trading Directorate – Shipping yang melakukan kesalahan akan dibuatkan Surat Edaran Khusus dan tidak dicantumkan dalam Berita Acara ini.

Berita Acara ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Dokumen Pelelangan, baik persyaratan Umum dan Administrasi maupun persyaratan Teknis.

Jakarta, 17 Oktober 2013
MARKETING AND TRADING DIRECTORATE – SHIPPING

FUNGSI CHARTERING
Chartering Manager, Ass. Mgr. Ship Procurement User

Tanker Gas & Non Fuel,

I Putu Benedin Arief K. Risdianto ................................

Disaksikan oleh sekurang-kurangnya 1 (satu) wakil Peserta Pelelangan

Untuk mewakili Para Peserta lainnya yang hadir :

1. PT. 2. PT.

__________________________ ___________________________

3. PT. 4. PT.

__________________________ ___________________________
5. PT. 6. PT.

__________________________ ___________________________
7. PT. 8. PT.

__________________________ ___________________________




Penjelasan Lelang No. 348/BA/F30120/2013-S6 tgl, 17 Oktober 2013

Share ing jaringan sosial


Similar:

Teknik Trading Simple Dengan Candlestick

Jurusan Marketing Communication

Marketing plan mfcclub

Global Marketing Communication Decisions

Lanjutan mpr (Marketing Public Relation)

Topic : tutorial marketing google adwords !

Global Marketing Strategies Nike Segmentation & Positioning

Struktur organisasi pimpinan Manager Marketing Keuangan Karyawan

2007 pengaruh implementasi relationship marketing terhadap customer loyalty

Experiential marketing ada dimana-mana. Dalam berbagai jenis pasar...

Gambar


Nalika Nyalin materi nyedhiyani link © 2000-2017
kontak
gam.kabeh-ngerti.com
.. Home