N ur Chanif Muflichah (11144600097)


download 72.37 Kb.
jenengN ur Chanif Muflichah (11144600097)
KoleksiDokumen
gam.kabeh-ngerti.com > Sastra > Dokumen



















Disusun oleh:

Nur Chanif Muflichah (11144600097)


























  1. Tujuan

Setelah mempelajari materi berikut ini, kamu diharapkan dapat mendengarkan pembacaan pantun anak dan menirukannya kembali dengan lafal dan intonasi yang tepat.






  1. Pengertian Pantun

Pantun adalah puisi melayu asli yang sudah mengakar lama di budaya masyarakat. Pantun salah satu jenis karya sastra yang lama, Pantun merupakan jenis puisi Melayu Lama. Dari segi isinya, ada jenis pantun jenaka (yang bersifat humor) dan ada pantun teka-teki (yang berisi tebakan). Puisi hanya terdiri atas 4 larik (baris) bersajak ab-ab atau aa-aa. Pada awal mulanya pantun merupakan sastra lisan, tapi kini pantun juga ada dalam bentuk tulisan. Keseluruhan bentuk pantun hanyalah berupa sampiran dan isi. Sampiran terletak pada baris pertama dan kedua dan biasanya tidak berhubungan secara langsung dengan bagian kedua. Baris ketiga dan keempat ialah bagian isi yang merupakan tujuan dari puisi tersebut.

Pada kegiatan mendengarkan ini, salah seorang kawanmu akan membacakan pantun anak dengan pengucapan yang jelas dan gaya yang bagus.






Bacalah pantun di atas sekali lagi, kemudian mintalah kawanmu menirukan pengucapan kata-katanya dengan jelas dan gaya pembacaan yang menarik. Lakukanlah kegiatan ini beberapa kali agar kamu mahir membaca!



Berpantun lebih baik lagi, jika kamu mempunyai kesempatan mengisi acara pentas seni, lakukan pembacaan atau berbalas pantun itu semenarik mungkin.


  1. Ciri-ciri Pantun

  • Memiliki rima a-a-a-a, a-b-a-b, a-a-b-b

  • Terdiri 4 baris dalam 1 bait

  • Baris pertama & kedua merupakan sampiran

  • Baris ketiga & keempat merupakan isi




  1. Macam-macam Pantun

  1. Talibun

  2. Pantun

  3. Gurindam

  1. Jenis Pantun Berdasarkan Isinya

  1. Pantun nasihat

  2. Pantun teka-teki

  3. Pantun jenaka

  4. pantun adat

  5. pantun agama

  6. pantun nasib

  7. pantun perkenalan

  1. Contoh Pantun

Kalian tentunya sering mendengarkan pembacaan sebuah pantun bukan? Di manakah kalian mendengarkan pantun tersebut? Ya, pembacaan pantun yang kita dengar bisa berasal dari televisi, radio, dan sebagainya. Berikut ini adalah contoh pantun, baca dan simaklah contoh pantun di bawah ini dengan teman sebangkumu secara bergantian!

Burung dara terbanglah tinggi

Terbang tinggi menembus awan

Jika hendak berakal budi

Janganlah lupa tuntunan Tuhan

Buah pinang buah belimbing,

ketiga dengan buah mangga.

Sungguh senang berbapak sumbing,

biar marah tertawa juga.

Pohon manggis di tepi rawa,

tempat kakek tidur beradu.

Sedang menangis nenek tertawa,

melihat kakek bermain gandu.

Pak Pung Pak Mustafa,

encik Dulah di rumahnya.

Tepung dengan kelapa,

gula jawa di tengahnya.

Burung nuri burung dara,

terbang ke sisi taman kahyangan.

Cobalah cari, wahai saudara,

makin diisi makin ringan.

  1. Mengetahui Isi Pantun

Nah setelah kalian saling mendengarkan pembacaan pantun, kini dengarkan guru membacakan pantun dan menyampaikan pantun dibawah ini. Dengarkan baik-baik!

  1. Berburu ke padang datar 

Mendapat rusa belang kaki 

Berguru kepalang ajar 

Bagai bunga kembang tak jadi

Amanat:
Maksud dan amanat pantun tersebut adalah apabila kita tidak bersungguh-sungguh menuntut ilmu, kita akan rugi karena tidak mendapat apa-apa. 

  1. Kemumu di dalam semak 

Jatuh melayang selarasnya 

Meski ilmu setinggi tegak 

Tidak sembahyang apa gunanya 

Amanat:

Maksud pantun tersebut adalah meskipun kita berilmu tinggi, ilmu tersebut tidak ada gunanya jika kita tidak menjalankan kewajiban sesuai agama kita. 

  1. Pohon manggis di tepi rawa 

Tempat Kakek tidur beradu 

Sedang menangis Nenek tertawa 

Melihat Kakek bermain gundu 

Amanat:

Maksud dari pantun tersebut adalah Nenek tertawa geli karena melihat Kakek (meskipun sudah tua), main gundu (kelereng), seperti anak-anak. 


  1. Menirukan Pembacaan Pantun

Dengarkan baik-baik pantun yang akan dibacakan oleh gurumu ! Simaklah baik-baik, selanjutnya kalian dapat menirukannya dengan baik! Pada pelajaran ini, kamu akan menirukan pembacaan pantun agar kamu lebih pandai lagi dalam berpantun. Dalam membacakan pantun, kamu harus memperhatikan keserasian bunyi, karena keindahan pantun terletak pada keserasian bunyi. Sekarang, coba kamu dengarkan pantun yang dibacakan guru berikut ini. Dengan bimbingan gurumu, tirukanlah apa yang diucapkan gurumu!

No

Pantun

Bunyi

1

Kalau puan, puan cerana

Ambil gelas di dalam hati

Kalau tuan bijaksana

Binatang apa tanduk di kaki

(a)

(b)

(a)

(b)

2

Asam kandis asam gelugur

Kedua asam riang-riang

Menangis mayat di dalam kubur

Teringat badan tidak sembahyang

(a)

(b)

(a)

(b)

3.

Jantung pisang berbatang semu

Tersaji enak di atas nampan

Mari berlomba mencari ilmu

Untuk bekal di masa depan

(a)

(b)

(c)

(d)

4.

Rumpun buluh dibuat pagar

Cempedak dikerat-kerati

Maklumlah pantun saya belajar

Saya budak belum mengerti

(a)

(b)

(a)

(b)

5.

Rakit ditetas dengan kapak

Hanyutkan dari Pulau Kukus

Sakitnya saya tidak berbapak

Apa kehendak tidaklah lulus

(a)

(b)

(a)

(b)

6.

Jangan suka makan mentimun

Mentimun itu banyak getahnya

Jangan suka duduk melamun

Melamun itu tak ada gunanya

(a)

(b)

(c)

(d)

7.

Berek-berek turun ke semak

Dari semak turun ke padi

Dari nenek turun ke mamak

Dari mamak turun ke kami

(a)

(b)

(a)

(b)

8.

Kalau kita pergi ke banjar

Jangan lupa membeli talas

Kalau ingin jadi pintar

Janganlah jadi anak pemalas

(a)

(b)

(a)

(b)

9.

Buah pinang buah belimbing,

ketiga dengan buah mangga.

Sungguh senang berbapak sumbing,

biar marah tertawa juga.

(a)

(b)

(a)

(b)

10.

Pohon manggis di tepi rawa, tempat kakek tidur beradu.

Sedang menangis nenek tertawa,

melihat kakek bermain gandu.

(a)

(b)

(a)

(b)


Bagaimana dengan pantun di atas? Indah, bukan?


Perlu diingat bahwa dalam pembacaan pantun perlu diperhatikan jeda dan intonasinya. Sehingga ketika kamu akan meniru pembacaan pantun teman tadi, kamu dapat memberi tanda ( / ) pada pantun. Tanda (/) digunakan sebagai tanda jeda untuk membentuk intonasi. Pemberian tanda ini diberikan pada dua bagian baris pantun. Perhatikan contoh berikut:

Rakit ditetas /dengan kapak/hanyutkan/dari Pulau Kukus/

Sakitnya saya/tidak berbapak/apa kehendak/tidaklah lulus.

Tanda ( / ) menandakan berhenti sejenak. Pemberian tanda berhenti sejenak ketika membaca pantun dapat memberikan keindahan bunyi pada pantun, yaitu a - b - a - b.


Banyak manfaat yang dirasakan dari kegiatan membaca. Nah, agar dapat memahami isi bacaan yang dibaca, kita harus memahami pikiran pokok setiap paragraf dari bacaan yang dibaca. Pantun saat ini sudah jarang digunakan oleh masyarakat. Namun, pada zaman dahulu pantun sering digunakan. Tujuan mempelajari pantun adalah agar kamu mengetahui karya sastra Indonesia lama. Membaca pantun harus dengan lafal dan intonasi yang tepat.



DAFTAR PUSTAKA
Kaswan Darmadi,dkk. 2008. Bahasa Indonesia 4. Jakarta:PT Mentari Pustaka.

Edi Warsidi,dkk. 2007. Bahasa Indonesia Membuatku Cerdas 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Pendidikan Nasional

Sri Sulastri,dkk. 2009. Bahasa Indonesia 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Nasional PT. Hamudha Prima Media

Tim Erlangga. 2011. Memahami Unsur Intrinsik Puisi dan Pantun B. Indonesia Kelas 4. (online)

http://www.erlangga.co.id/sumber-belajar/96-teks/6968-memahami-unsur-intrinsik-puisi-dan-pantun-b-indonesia-kelas-4.html

diunduh pada 2 Desember 2013 pukul 17.31.19

Arrayhan. 2012. Bahasa Indonesia Semester 2 Bab 8 SD Kelas 4 Bermacam Pantun. (Online)

http://www.arrayhan.com/2012/02/bhs-indonesia-semester-2-bab-8-sd-kelas.html

diunduh pada 2 Desember 2013 pukul 18.03.11


Gambar

http://dierosie.blogspot.com/2012/09/cara-memberi-background-pada-image.html

http://download-gambar.com/wp-content/uploads/2013/08/gambar-kartun-anak-anak-dalam-bus-sekolah.jpg

diunduh pada 2 Desember pukul 06:09

http://2.bp.blogspot.com/-NRxPCcNFtx8/UHKk03sEgpI/AAAAAAAAEyg/Cw75izRBL0A/s640/TRIGYY+COM+gambar+kartun+comel+2012+11.jpg

Diunduh pada 3 Desember 2013 pukul 17.44.12

http://4.bp.blogspot.com/-fsD34N_ctrQ/Ta5lLM5rdZI/AAAAAAAAACc/Frz-KbbGTnk/s760/stock-vector-cheerful-cute-school-kids-with-empty-banner-flowers-and-books-isolated-on-white-background-58685350.jpg

diiunduh pada 3 Desember 2013 pukul 18.16.01

http://2.bp.blogspot.com/-NRxPCcNFtx8/UHKk03sEgpI/AAAAAAAAEyg/Cw75izRBL0A/s640/TRIGYY+COM+gambar+kartun+comel+2012+11.jpg

diunduh pada 3 Desember 2013 pukul 17.23.10

http://download-gambar.com/wp-content/uploads/2013/04/1394936_boy_on_a_step_bike1.jpg

Diunduh pada 3 Desember 2013 pukul 18.11.29

http://www.ppt-backgrounds.net/wp-content/uploads/2013/04/Colored-School-Pencils-for-Children-Backgrounds-1000x750.jpg

diunduh pada 2 Desember 2013 pukul 18.19.15



Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IV

Share ing jaringan sosial


Gambar


Nalika Nyalin materi nyedhiyani link © 2000-2017
kontak
gam.kabeh-ngerti.com
.. Home